VARIETAS JAGUNG ( Zea mays L )

 

Jugung termasuk dalam golongan tanaman pangan, di beberapa daerah jagung adalah makan pokok. Selain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga ditanam sebagai pakan ternak (hijauan maupun tongkolnya), diambil minyaknya (dari biji), dibuat tepung (dari biji, dikenal dengan istilah tepung jagung atau maizena), dan bahan baku industri (dari tepung biji dan tepung tongkolnya). Tongkol jagung kaya akan pentosa, yang dipakai sebagai bahan baku pembuatan furfural. Jagung yang telah direkayasa genetika juga sekarang ditanam sebagai penghasil bahan farmasi.
Jagung (Zea mays. L.) merupakan kebutuhan yang cukup penting bagi kehidupan manusia dan hewan. Jagung mempunyai kandungan gizi dan serat kasar yang cukup memadai sebagai bahan makanan pokok pengganti beras. Selain sebagai makanan pokok, jagung juga merupakan bahan baku makanan ternak.

Kebutuhan akan konsumsi jagung di Indonesia terus meningkat. Hal ini didasarkan pada makin meningkatnya tingkat konsumsi perkapita per tahun dan semakin meningkatnya jumlah penduduk Indonesia.

Jagung merupakan bahan dasar / bahan olahan untuk minyak goreng, tepung maizena, ethanol, asam organic, makanan kecil dan industri pakan ternak. Pakan ternak untuk unggas membutuhkan jagung sebagai komponen utama sebanyak 51, 4 %.

Di Indonesia jagung merupakan komoditi tanaman pangan penting, namun tingkat produksi belum optimal. Sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan jagung maka pemerintah telah mengeluarkan varietas jagung; varietas jagung terbaru adalah :

VARIETAS JAGUNG

NO
VARIETAS
TAHUN PELUNCURAN
KETERANGAN
1Provit A12011

Komoditas: Jagung; Tahun: 2011; Asal: Berasal dar CIMMYT-Afrika (Kenya) tahun 2007. Namapopulasi "Obatanpa" status BC1C2. Pada status C2 dilakukan kawin diri (selfing) dua kali (F2) dan di bulk; Baris biji: Lurus dan rapat; Batang: Besar dan kuat; Bentuk malai (anther): Besar dan terbuka
Bentuk tongkol: Panjang dan silindris; Berat 1000 butir (KA 15%): +/- 318 gram; Golongan: Bersari bebas sintetik; Jumlah baris biji per tongkol: 12-14
Kandungan Beta Carotene: 0,081 ppm; Kandungan karbohidrat: 74,85%
Kandungan lemak: 4,73%; Kandungan protein: 9,34%; Kedudukan tongkol: Di pertengahan tinggi tanaman; Kelobot: Menutup tongkol dengan baik
Kerebahan: Tahan rebah; Keseragaman tanaman: Sedang; Perakaran: Baik
Potensi hasil: 7,4 ton/ha pipilan kering pada kadar air 15%; Rata-rata hasil: 6,6 ton/ha pipilan kering pada kadar air 15%; Tinggi Tanaman: +/- 192 cm
Tipe biji: Semi mutiara-mutiara; Umur tanaman: Sedang; 50% keluar polen +/- 47 hari; 50% keluar rambut +/- 49 hari; Masak fisiologis +/- 96 hari.
Warna batang: Saat muda:kecoklatan, menjelang tua:hijau; Warna biji: Kuning kemerahan; Warna daun: Hijau; Warna malai (anther): Merah
Warna Rambut: Merah; Warna sekam (glume): Merah

Keterangan: 
Umur tanaman 96 hari. Tinggi tanaman192 cm. Potensi hasil 7,4 ton/ha pipilan kering. Sangat peka terhadap penyakit bulai. Tahan rebah. Baik ditanam di dataran rendah sampai 800m

Status: Komersial

2Provit A22011

Komoditas: Jagung; Tahun: 2011; Asal: Berasal dari CIMMYT-Thailand (Kasessat University), tahun 2007. Nama populasi "Carotenoid", tetua dibentuk dari sejumlah galur yang mempunyai daya gabung baik. Syn : Synhthetic; Baris biji: Lurus dan rapat; Batang: Besar dan kuat
Bentuk malai (anther): Besar dan terbuka; Bentuk tongkol: Panjang dan silindris; Berat 1000 butir (KA 15%): +/- 315 gram; Golongan: Bersari bebas sintetik; Jumlah baris biji per tongkol: 12-14; Kandungan Beta Carotene: 0,144 ppm; Kandungan karbohidrat: 76,56 %; Kandungan lemak: 4,99 %
Kandungan protein: 8,64 %; Kedudukan tongkol: Dipertengahan tinggi tanaman; Kelobot: Menutup tongkol dengan baik; Kerebahan: Tahan rebah
Keseragaman tanaman: Sedang; Perakaran: Baik; Potensi hasil: 8,8 ton/ha pipilan kering pada kadar air 15%; Rata-rata hasil: 6,4 t0n/ha pipilan kering pada kadarair 15%; Tinggi Tanaman: +/- 198 cm; Tipe biji: Mutiara
Umur: Sedang; 50% keluar polen +/- 48 hari; 50% keluar rambut 50 hari; Masak fisiologis +/- 98 hari; Warna batang: Hijau; Warna biji: Kuning kemerahan; Warna daun: Hijau; Warna malai (anther): Merah
Warna Rambut: Merah; Warna sekam (glume): Merah

Keterangan: 
Umur tanaman 98 hari. Tinggi tanaman 198 cm. Potensi hasil 8,8 ton/ha pipilan kering. Peka terhadap penyakit bulai. Tahan rebah. Baik ditanam di dataran rendah.

Status: Komersial

3Bima 12 Q2011

Komoditas: Jagung Hibrida; Tahun: 2011; Asal: Persilanan antara galur MR4Q dan galur MR14Q, kedua galur tersebut mengalami konversi gen opaque-2 masing-masing dari donor CML 165 untuk MR4Q dan CML 161 untuk MR14Q; Baris biji: Lurus dan rapat; Batang: Besar dan kuat
Bentuk malai (anther): Besar dan terbuka; Bentuk tongkol: Panjang dan Silindris; Berat 1000 butir (KA 15%): +/- 264,0 gram; Golongan: Hibrida Silang Tunggal (single cross); Jumlah baris biji per tongkol: 14-16 baris
Kandungan karbohidrat: +/- 75,0 %; Kandungan lemak: +/- 4,8 %
Kandungan lisin: +/- 0,52 %; Kandungan protein: +/- 8,1 %; Kandungan triptofan: +/- 0,11 %; Kedudukan tongkol: Pertengahan Tinggi Tanaman
Kelobot: Menutup tongkol dengan baik; Keseragaman tanaman: cukup seragam; Perakaran: Baik; Potensi hasil: 9,3 ton/ha pipilan kering
Rata-rata hasil: 6,9 ton/ha pipilan kering; Tinggi Tanaman: +/- 195 cm
Tipe biji: Semi mutiara; Umur: 50 % keluar rambut +/- 55 hari setelah tanam Masak fisiologis +/- 98 hari setelah tanam; Warna batang: Hijau
Warna biji: Kuning; Warna malai (anther): Merah; Warna Rambut: Merah
Warna sekam (glume): Merah

Keterangan: 
Umur tanaman 98 hari, Tinggi tanaman 195 cm. Potensi hasil 9,3 ton/ha pipilan kering. Peka terhadap penyakit bulai, toleran terhadap penyakit bercak daun, agak toleran terhadap busuk pelepah, rentan terhadap hama gudang.

Status: Komersial

4Bima 13 Q2011

Komoditas: Jagung Hibrida; Tahun: 2011; Asal: Galur CML 161 : G25QC18MH520-1-18-1-20-5-3-B-B-B-B, dan CML 165 : Pob 66C1HC144-3-1-1-B-B-1-B-8-6; Baris biji: Lurus dan rapat
Batang: Sedang dan tegap; Bentuk malai: Besar dan terbuka; Bentuk tongkol: Panjang dan silindris; Berat 1000 butir (KA 15%): +/- 263,8 gram
Golongan: Hibrida silang tunggal (single cross); Jumlah baris biji per tongkol: 14-16 baris; Kandungan karbohidrat: +/- 76,5 %; Kandungan lemak: +/- 4,7 %; Kandungan lisin: +/- 0,46 %; Kandungan protein: +/- 9,4 %
Kandungan triptofan: +/- 0,09 %; Kedudukan tongkol: Pertengahan tinggi tanaman; Kelobot: Menutup tongkol dengan baik; Kerebahan: Tahan rebah
Keseragaman tanaman: Cukup seragam; Perakaran: Sangat baik
Potensi hasil: 9,8 ton/ha pipilan kering; Rata-rata hasil: 6,9 ton/ha pipilan kering; Tinggi Tanaman: +/- 192 cm; Tipe biji: Semi mutiara
Umur: 50 % keluar rambut +/- 56 hari setelah tanam; Masak fisiologis +/- 103 hari setelah tanam; Warna batang: Hijau; Warna biji: Kuning
Warna daun: Hijau; Warna malai (anther): Merah; Warna rambut: Merah; Warna sekam (glume): Merah

Keterangan: 
Umur tanaman 103 hari. Tinggi tanaman 192 cm. Potensi hasil 9,8 ton/ha pipilan kering.. Agak peka terhadap penyakit bulai, toleran terhadap penyakit bercak daun, agak toleranterhadap busuk pelepah. Rentan terhadaphama gudang. Tahan rebah.

Status: Komersial

5Bima 14 Batara2011

Komoditas: Jagung Hibrida; Tahun: 2011; Asal: N51/Mr15; N51 diekstrak dari RILs (Recombinant inbreed Lines) populasi genotipe syngenta dengan bulk selfing plant to plant, toleran kekeringan; Mr15 dikembangkan dari populasi Suwan 3 selfing plant to plant (SW3(RRS)C3-3) dengan metode reciprocal recurrent selection.; Baris biji: Lurus dan rapat; Batang: Besar dan kokoh; Bentuk malai: Semi kompak; Bentuk tongkol: Besar kerucut, panjang +/- 24 cm dan silindris; Berat 1000 butir (KA 15%): +/- 356,50 gram
Golongan: Hibrida silang tunggal (single cross); Jumlah baris biji per tongkol: 14-16 baris, lurus; Kandungan karbohidrat: +/- 64,214 %; Kandungan lemak: +/- 4,288 %; Kandungan protein: +/- 9,688 %; Kedudukan tongkol: +/- 95 cm pertengahan tinggi tanaman; Kelobot: Menutup dengan baik
Kerebahan: Tahan rebah; Keseragaman tanaman: Seragam; Perakaran: Kuat
Potensi hasil: 12,9 ton/ha pipilan kering; Rata-rata hasil: 10,1 ton/ha pipilan kering; Tinggi Tanaman: +/- 199 cm; Tipe biji: Mutiara; Umur: Agak dalam; 50% keluar rambut +/- 55 hari; Masak fisiologis : +/- 95 hari; Warna batang: Hijau tua; Warna biji: Kuning; Warna daun: Hijau; Warna malai (anther): Krem; Warna Rambut: Krem; Warna sekam (glume): Hijau krem

Keterangan: 
Umur tanaman 95 hari. Tinggi tanaman 199 cm. Potensi hasil 12,9 ton/ha pipilan kering. Tahan penyakit bulai ( Peronos-clerospora maydis L). Tahan rebah, Perakaran kuat.

Status: Komersial

6Bima 15 Sayang2011

Komoditas: Jagung Hibrida; Tahun: 2011; Asal: AL.44-46/Mr14; AL.44-46 (CTSO13154/P345C3S3B-27-5-1-1-1-1-2-BBBBB/Nei402011-B-B) merupakan galur yang diintroduksi dari CIMMYT (International Maize and Wheat Improvement) dilakukan Bulk Selfing sebanyak tiga kali, Mr14 merupakan galur SW3(RRS)C3-3 dengan "Bulk Selfing" sebanyak sebelas kali.; Baris biji: Lurus; Batang: Besar dan kokoh; Bentuk malai: Semi kompak
Bentuk tongkol: Besar kerucut, panjang +/- 26 cm dan silindris; Berat 1000 butir (KA 15%): +/- 404,97 gram; Golongan: Hibrida silang tunggal (single cross); Jumlah baris biji per tongkol: 12-14; Kandungan karbohidrat: +/- 54,897%; Kandungan lemak: +/- 6,756%; Kandungan protein: +/- 9,160%
Kedudukan tongkol: +/- 160 cm pertengahan tanaman; Kelobot: Menutup dengan baik; Kerebahan: Tahan; Keseragaman tanaman: Sangat seragam
Perakaran: Sangat baik; Potensi hasil: 13,2 ton/ha pipilan kering; Rata-rata hasil: 9,9 ton/ha pipilan kering; Tinggi Tanaman: +/- 209 cm; Tipe biji: Semi Mutiara; Umur: Sedang; 50% keluar rambut +/- 55 hst; Masak fisiologis : +/- 100 hst; Warna batang: Hijau muda; Warna biji: Kuning
Warna daun: Hijau; Warna malai (anther): Ungu; Warna Rambut: Merah
Warna sekam (glume): Krem kehijauan

Keterangan: 
Umur tanaman 100 hari, Tinggi tanaman 209 cm. Potensi hasil 13,2 ton/ha pipilan kering. Agak tahan penyakit bulai. Tahan rebah.Perakaran sangat baik

Status: Komersial

7Bima 102010Komoditas: Jagung
Tahun: 2010
Asal: N153/Mr15 N153/Mr15 diekstrak dari RILS (Recombinant inbreed lines) populasi genotype Sygenta dengan bulk selfing plant to plant, Mr15 dikembangkan dari populasi Suwan 3 dengan metode reciprocal recurrent selection
Baris Biji: Lurus
Batang: Kokoh
Bentuk Malai: Semi Kompak
Bentuk Tongkol: Besar berucut, panjang ± 26 cm, dan silindris
Bobot 1000 biji: ± 414 g
Jumlah Baris/tongkol: 12-14 baris
Kandungan Karbohidrat: 79,7 %
Kandungan Lemak: 5,3 %
Kandungan Protein: 11,0 %
Kedudukan Tongkol: ± 117 cm Pertengahan tinggi tanaman
Kelobot: Menutup dengan baik dan rapat
Keragaman Tanaman: Sangat Seragam
Ketahanan: Agak tahan penyakit bulai, tahan penyakit karat dan bercak daun
Pemulia: Andi Takdir Makkulawu, R.Neni Iriany M., M. Azrai, Muzdalifah Isnaini, dan Sri Sunarti
Penguji: Awaluddin Hipi, Khoerul Azmi, St. Kholiyah, Djuwari, Baiq Erawati, Safrudin, Bahtiar, Wisnu Unjoyo, Demaks Masoara, Andi Tenrirawe, Sutardi, Wasmo Wakman, A.Haris talanca, Suwarji dan Roy Effendi
Perakaran: Sangat Baik
Potensial Hasil: ± 13,1 t/ha pipilan kering
Rata-rata hasil: ± 11,3 t/ha pipilan kering
Teknisi: Sampara, Arifuddin, Fransiskus Misi, Usman, Sri Wiyono, dan Yunus
Tinggi Tanaman: ± 209 cm
Tipe Biji: Mutiara (flint)
Umur: Agak dalam; 50 % malai pecah (anthesis) : ± 55 hari; 50 % keluar rambut (Silking) : ± 57 hari; Masak fisiologis : ± 100 hari
Warna Batang: Hijau Tua
Warna Biji: Kuning
Warna Malai: Krem
Warna Rambut: Krem
Warna Sekam: Hijau Krem
Keterangan: 
Umur tanaman 55-100 hari. Potensi hasil ± 13,1 t/ha pipilan kering. Ketahanan, agak tahan penyakit bulai, tahan penyakit karat dan bercak daun.

Status: Komersial

8Bima 112010Komoditas: Jagung
Tahun: 2010
Asal: B11-126/Mr 15 B11-126/Mr 15 diekstrak dari galur S6 (bulk selfing plant to plant) galur toleran Mr 15 rizoctonia Materi Tropical Asean maize Network (TAMNET) Set late Line evaluation Trial for Banded Leaf and Sheath Blight, Mr15 dikembangkan dari populasi Suwan 3 dengan metode reciprocal recurrent selection
Baris Biji: Lurus dan rapat
Batang: Kokoh
Bentuk Malai: Semi Kompak
Bentuk Tongkol: Besar berucut, panjang ± 25 cm, dan silindris
Bobot 1000 biji: ± 352 g
Jumlah Baris/tongkol: 14 - 16 baris
Kandungan Karbohidrat: 71,5 %
Kandungan Lemak: 5,8 %
Kandungan Protein: 12,3 %
Kedudukan Tongkol: ± 96 cm Pertengahan tanaman
Kelobot: Menutup dengan baik dan rapat
Keragaman Tanaman: Seragam
Kerebahan: Tahan rebah
Ketahanan: Sangat peka terhadap penyakit bulai, agak toleran penyakit karat dan bercak daun
Pemulia: Andi Takdir Makkulawu, R.Neni Iriany M., M. Azrai, Muzdalifah Isnaini, dan Sri Sunarti
Penguji: Awaluddin Hipi, Khoerul Azmi, St. Kholiyah, Djuwari, Baiq Erawati, Safrudin, Bahtiar, Wisnu Unjoyo, Demaks Masoara, Andi Tenrirawe, Sutardi, Wasmo Wakman, A.Haris talanca, Suwarji dan Roy Effendi
Perakaran: Kuat
Potensial Hasil: ± 13,2 t/ha pipilan kering
Rata-rata hasil: ± 11,5 t/ha pipilan kering
Teknisi: Sampara, Arifuddin, Fransiskus Misi, Usman, Sri Wiyono, dan Yunus
Tinggi Tanaman: ± 192 cm
Tipe Biji: Mutiara (flint)
Umur: Agak dalam; 50 % keluar rambut (Silking) : ± 59 hari; Masak fisiologis : ± 94 hari;
Warna Batang: Hijau Tua
Warna Biji: Kuning
Warna Malai: Krem
Warna Rambut: Krem
Warna Sekam: Hijau Krem
Keterangan: 
Umur 59-94 hari. Potensi hasil ± 13,2 t/ha pipilan kering. Ketahanan , sangat peka terhadap penyakit bulai, agak toleran penyakit karat dan bercak daun.

Status: Komersial

9Bima 72010Komoditas: Jagung
Tahun: 2010
Asal: Persilangan antara galur murni Gj 11 sebagai tetua betina dengan galur Gj 15 sebagai tetua jantan (Gj11xGj15)
Baris Biji: Lurus dan Rapat
Batang: Tegap dan Kuat
Bentuk Malai: Besar dan Terbuka
Bentuk Tongkol: Panjang dan Silindris
Bobot 1000 biji: ± 316 g
Jumlah baris/tongkol: 14-16 baris
Kandungan karbohidrat: 71,0%
Kandungan Lemak: 4,5%
Kandunga Protein: 10,4%
Kedudukan Tongkol: Pertengan tinggi tanaman
Kelobot: Menutup rapat
Keragamana Tanaman: Seragam
Ketahanan: Agak toleran terhadap penyakit bulai, toleran terhadap penyakit karat daun, dan bercak daun
Pemulia: M. Azrai, Sri Sunarti, Musdalifah Isnaini, dan Andi Takdir Makkulawu
Penguji: Roy Effendi, Idris, Wen Langgo, Wasmo Wakman dan Demaks Masoara
Perakaran: Kuat
Potensi hasil: ± 12,1 t/ha pipilan kering
Rata-rata hasil: ± 10,0 t/ha pipilan kering
Teknisi: Sampara, Arifuddin, Fransiskus Misi, Stepanus Misi, Usman, Yosepina, M. Rasyid Ridho
Tinggi: ± 189 cm
Tipe Biji: Mutiara (flint)
Umur: Genjah 50 % keluar rambut : ± 49 hari Masak fisiologis : ± 89 hari
Warna Batang: Hijau
Warna Biji: Orange
Warna Mailai: Putih Kekuningan
Warna Rambut: Putih Kekuningan
Warna Sekam: Hijau Kekuningan
Keterangan: 
Umur Genjah; 50 % keluar rambut : ± 49 hari; Masak fisiologis : ± 89 hari; Rata-rata hasil :± 10,0 t/ha pipilan kering; Potensial Hasil :± 12,1 t/ha pipilan kering; Memiliki ketahanan : Agak toleran terhadap penyakit bulai, toleran terhadap penyakit karat daun dan bercak daun, Bobot untuk 1000 biji : ± 316 g

Status: Komersial

10Bima 82010Komoditas: Jagung
Tahun: 2010
Asal: Persilangan antara galur murni MCL252 sebagai tetua betina dengan galur Gj 15 sebagai tetua jantan (CML252xGj15)
Baris Biji: Lurus dan Rapat
Batang: Besar dan Kuat
Bentuk Malai: Besar dan Terbuka
Bentuk Tongkol: Panjang dan Silindris
Bobot 1000 biji: ± 316 g
Jumlah baris/tongkol: 14-16 baris
Kandungan karbohidrat: 73,2 %
Kandungan Lemak: 5,1 %
Kandungan Protein: 8,6 %
Kedudukan Tongkol: Pertengahan tinggi tanaman
Kelobot: Menutup dengan baik
Keragamana Tanaman: Seragam
Ketahanan: Toleran terhadap penyakit bulai, toleran terhadap penyakit karat daun dan bercak daun
Pemulia: M. Azrai, Sri Sunarti, Aviv Andriani, Amin Nur, dan Andi Takdir Makkulawu
Penguji: Roy Effendi, Idris, Wen Langgo, Wasmo Wakman dan Demaks Masoara
Perakaran: Kuat
Potensi hasil: ± 11,7 t/ha pipilan kering
Rata-rata hasil: ± 10,1 t/ha pipilan kering
Teknisi: Sampara
Tinggi Tanaman: ± 187 cm
Tipe biji: Mutiara (flint)
Umur: Genjah; 50 % keluar rambut : ± 49 hari; Masak fisiologis : ± 88 hari
Warna Batang: Hijau
Warna Biji: Orange
Warna Malai: Ungu Kehijauan
Warna Rambut: Putih Kekuningan
Warna Sekam: Ungu Kehijauan
Keterangan: 
Umur tanaman 49-88 hari. Potensi hasil ± 11,7 t/ha pipilan kering. Ketahanan, toleran terhadap penyakit bulai, toleran terhadap penyakit karat daun dan bercak daun.

Status: Komersial

11Bima 92010Komoditas: Jagung
Tahun: 2010
Asal: (CML161/Nei9008-1)/Mr15 (SML161/Nei9008-1) diekstrak dari galur AMNET toleran kekeringan dan tahan penyakit bulai, Mr15 dikembangkan dari populasi Suwan 3 dengan metode reciprocal recurrent selection
Baris Biji: Lurus dan rapat
Batang: Besar dan Kokoh
Bentuk Malai: Semi Kompak
Bentuk Tongkol: Besar berucut, panjang ± 24 cm, dan silindris
Bobot 1000 biji: ± 337 g
Jumlah Baris/tongkol: 14-16 baris
Kandungan Karbohidrat: 74,2 %
Kandungan Lemak: 6,6 %
Kandungan Protein: 11,9 %
Kedudukan Tongkol: ± 90 cm Pertengahan tinggi tanaman
Kelobot: Menutup dengan baik dan rapat
Keragaman Tanaman: Seragam
Ketahanan: Toleran terhadap penyakit bulai, agak toleran terhadap penyakit karat daun dan bercak daun
Pemulia: Andi Takdir Makkulawu, R.Neni Iriany M., Muzdalifah Isnaini, Sri Sunarti, dan M. Azrai
Penguji: Awaluddin Hipi, Khoerul Azmi, St. Kholiyah, Djuwari, Baiq Erawati, Safrudin, Bahtiar, Wisnu Unjoyo, Demaks Masoara, Andi Tenrirawe, Sutardi, Wasmo Wakman, A.Haris talanca, Suwarji dan Roy Effendi
Perakaran: Kuat
Potensial Hasil: ± 13,4 t/ha pipilan kering
Rata-rata hasil: ± 11,21 t/ha pipilan kering
Teknisi: Sampara, Arifuddin, Fransiskus Misi, Usman, Sri Wiyono, dan Yunus
Tinggi Tanaman: ± 199 cm
Tipe Biji: Mutiara (flint)
Umur: Agak dalam 50 % keluar rambut : ± 57 hari Masak fisiologis : ± 95 hari
Warna Batang: Hijau Tua
Warna Biji: Orange
Warna Malai: Krem
Warna Rambut: Krem
Warna Sekam: Hijau Krem
Keterangan: 
Umur tanaman 57-95 hari. Potensi hasil ± 13,4 t/ha pipilan kering. Toleran terhadap penyakit bulai, agak toleran terhadap penyakit karat daun dan bercak daun.

Status: Komersial

12AS 12009Umur tanaman 79 hari. Potensi hasil 10 ton/ha pipilan kering. Ketahanan terhadap penyakit tahan bulai, hawar daun, karat daun dan busuk tongkol.
13Bisi 2222009Umur tanaman 100 hari. Potensi hasil 12,88 ton/ha pipilan kering. Ketahanan terhadap penyakit tahan bulai (P.maydis), hawar, dan karat daun. Adaptasi luas, anjuran jarak tanam 75 cm x 20 cm.
14Bisi 8162009Umur tanaman 101 har di dataran rendah, 131 di dataran tinggi. Potensi hasil 13,65 ton/ha pipilan kering. Tahan bulai, karat daun, dan agak tahan hawar daun. Baik di tanam di dataran rendah dan teruji s/d 700 m dpl, daerah pengembangan di daerah endemik penyakit bulai.
15Bisi 8182009Umur tanaman 102 hari di dataran rendah, 135 hari di dataran tinggi. Potensi hasil 13,97 ton/ha pipilan kering. Toleran bulai(P.maydis), tahan karat daun (Puccinia sorghi), agak tahan hawar daun (Helminthosporium maydis). Baik ditanam di dataran rendah dan teruji sampai ketinggian 700 m dpl.
16DMI 12009Umur tanaman 114 hari. Potensi hasil 12,5 ton/ha pipilan kering. Rentan bulai (P.maydis), toleran karat daun dan bercak daun
17 DMI 22009Umur tanaman 112 hari. Potensi hasil 12,4 ton/ha pipilan kering. Rentan bulai (P.maydis), toleran karat daun dan bercak daun.
18DMI 3 2009Umur tanaman 112 hari. Potensi hasil 11,9 ton/ha pipilan kering. Rentan bulai (P.maydis), toleran karat dan bercak daun.
19Guluk-Guluk 2009Umur tanaman 75 HST. Potensi hasil 4,8 ton/ha pipilan kering. Dapat ditanam rapat 60 cm X 20 cm, dua tanaman/lubang (166.000 tanaman/ha).
20Makmur 42009 Umur tanaman 79 hari. Potensi hasil 10,9 ton/ha pipilan kering. Tahan bulai, hawar dan karat daun.
21Manding2009 Umur tanaman 65 HST. Potensi hasil 2,9 ton/ha pipilan kering. Mampu ditanam rapat 60 x 20 cm, dua tanaman/lubang.
22Motoro Kiki2009Umur tanaman 70-80 HST. Potensi hasil 3 ton/ha pipilan kering. Tahan bulai dan karat daun. Baik ditanam di dataran rendah dan dataran tinggi (50-1.000 m.dpl).
23Pertiwi 12009Umur tanaman 100 hari. Potensi hasil 12,8 ton/ha pipilan kering. Tahan bulai(P.maydis), hawar dan karat daun. Adaptasi luas, anjuran jarak tanam 75 cm x 20 cm.
24Pertiwi 22009Umur tanaman 101 hari. Potensi hasil 13,66 ton/ha pipilan kering. Tahan bulai(P.maydis), hawar dan karat daun. Beradaptasi luas, anjuran jarak tanam 75 cm x 20 cm, 1 tanaman/lubang.
25Pertiwi 32009Umur tanaman 103 hari. Potensi hasil 13,74 ton/ha pipilan kering. Tahan bulai(P.maydis), hawar dan karat daun. Adaptasi luas, anjuran jarak tanam 75 cm x 20 cm, 1 tanaman/lubang.
26Talango2009Umur tanaman 75 HST. Potensi hasil 3,9 ton/ha pipilan kering.
27Piet Kuning2007 Umur tanaman 110 hari. Potensi hasil 4,70 ton/ha. Beradaptasi baik pada daerah dataran rendah sampai menengah (0 - 700 m dpl) dan beradaptasi baik terhadap kondisi kering
28 Srikandi Kuning-12004Kisaran hasil: 7,92 ton/ha
Umur panen: 54-110 hari
Keterangan: 
Tahan hawar daun (H.maydis) dan karat (Puccinia sp); Agak rentan hama penggerek batang (Ostrinia furnacalis); Dianjurkan untuk ditanam di dataran rendah, lebih diutamakan ditanam pada musim penghujan

Info Data : Oktober 2010

Info : 1. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan) Jl. Merdeka No. 147 Bogor 16111 -                Jawa Barat
         2. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Nusa Tenggara Timur (BPTP NTT) Jl. Timtim Km. 32 PO Box 1022               Naibonat Kupang 85362 - Nusa Tenggara Timur

**** Tehnis Budidaya Jagung ( silahkan klik disini ) ****

 

Salam tani
 
Dwi Hartoyo,SP

 

REFERENSI
1. http://www.puslittan.bogor.net
2. http://www.litbang.deptan.go.id
3. http://www.deptan.go.id
4. http://www.litbang.deptan.go.id/varietas

VARIETAS TANAMAN ( TOMAT - CABE- KENTANG DAN KACANG TANAH )

 

Berdasarkan varietas yang diluncurkan pemerintah Republik Indonesia terhadap beberapa varietas komoditi, maka kami memandang perlu untuk menginformasikan ulang kepada rekan-rekan petani sehingga harapan kami dapat membantu para petani dalam memilih dan menentukan varietas bibit yang dapat menghasilkan keuntungan sebesar-besarnya. Disini kami mengulas 4 varietas tanaman budidaya yang terdiri dari Varietas Tomat- Varietas Cabe- Varietas Kentang- dan varietas Kacang Tanah.

1. Varietas Tomat

NO
VARIETAS
Keterangan
Gambar
1MirahTahun: 1999
Bentuk buah: Bulat agak lonjong
Ketahanan penyakit: Toleran terhadap penyakit layu bakteri
Potensi hasil: 30 - 35 ton/ha
Rasa: Manis masam
Umur panen: 55 - 59 hari
Keterangan: 
Cocok untuk dataran rendah dengan daya simpan 8 hari
Status: Komersial
Mitra UD Riawan Tani
2OpalTahun: 1999
Bentuk buah: Lonjong
Ketahanan penyakit: Toleran terhadap penyakit layu bakteri
Potensi hasil: 30 - 50 ton/ha
Rasa: Manis masam
Umur panen: 58 - 61 hari
Keterangan: 
Cocok untuk dataran rendah dengan daya simpan 9 hari
Status: Komersial
Mitra UD Riawan Tani
3ZamrudTahun: 1999
Bentuk buah: Bulat
Potensi hasil: 30 - 45 ton/ha
Rasa: Manis asam
Umur panen: 59 - 61 hari
Keterangan: 
Cocok untuk dataran rendah dengan daya simpan 8 hari
Status: Komersial
Mitra UD Riawan Tani

Info : 1. Data tahun 2010
         2.Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) Jl. Tangkuban Perahu 517, Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat
         3.Budidaya Tanaman Tomat ( silahkan Klik disini )

2. Varietas Cabe

NO
VARIETAS
KETERANGAN
GAMBAR
1Lembang-1Tahun: 2001
Potensi hasil: 9 ton/ha
Keterangan: 
Cocok untuk dataran tinggi
Status: Komersial
Mitra UD Riawan Tani
2Tanjung 1Tahun: 2001
Ketahanan hama: toleran terhadap hama pengisap daun
Panjang buah: 10 cm
Potensi hasil: 18 ton/ha
Warna buah: Merah
Keterangan: 
Cocok untuk dataran rendah
Status: Komersial
Mitra UD Riawan Tani
3Tanjung-2Tahun: 2001
Potensi hasil: 12 ton/ha
Keterangan: 
Cocok untuk dataran rendah
Status: Komersial
Mitra UD Riawan Tani

Info : 1. Data tahun 2010
         2.Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) Jl. Tangkuban Perahu 517, Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat
         3. Budidaya Cabe

3. Varietas Kentang

NOVARIETASKETERANGANGAMBAR
1GM 05 Tahun: 2009
Keterangan: 
Potensi hasil 30 ton/ha. Adaptasi dataran tinggi. 
Keunggulan tahan busuk daun.
 
2GM 08Tahun: 2009
Keterangan: 
Potensi hasil 30 ton/ha. Adaptasi dataran tinggi. 
Keunggulan tahan busuk daun. Bisa untuk kripik.
 
3Ping 06Tahun: 2009
Keterangan: 
Potensi hasil 30 ton/ha. Adaptasi dataran tinggi. 
Keunggulan tahan busuk daun. Bisa untuk kripik. 
Berpotensi masuk pasar supermarket.
 
4BalsaTahun: 2005
Hasil: 22,4 ton/ha
Umur tanaman: 90-100 hari
Keterangan: 
memiliki keunggulan produktivitas tinggi, agak tahan 
terhadap nematoda dan penyakit busuk daun, 
cocok untuk bahan baku industri besar, 
beradaptasi baik di dataran tinggi
5ErikaTahun: 2005
Hasil: 25,3 ton/ha
Umur tanaman: 90 - 100 hari
Keterangan: 
Memiliki keunggulan produktivitas tinggi, 
agak tahan terhadap nematoda dan penyakitbusuk daun,
cocok untuk bahan baku industri kecil dan menengah, 
beradaptasi baik di dataran tinggi
 
6FriesTahun: 2005
Hasil: 25,7 ton/hektar
Umur tanaman: 90 - 100 hari
Keterangan: 
Memiliki keunggulan produktivitas tinggi, 
agak tahan terhadap nematoda & peny. busuk daun, 
cocok untuk bahan baku industri besar, 
beradaptasi baik di dataran tinggi
 
7Krespo Tahun: 2005
Hasil: 28,1 ton/ha
Umur tanaman: 90 - 100 hari
Keterangan: 
Memiliki keunggulan produktivitas tinggi, 
agak tahan terhadap nematoda dan penyakit busuk daun, 
cocok untuk bahan baku industri besar, 
beradaptasi baik di dataran tinggi
8RepitaTahun: 2005
Keterangan: 
Beradaptasi dengan baik di dataran tinggi, 
dengan ketinggian diatas 1.00 m dpl.
 
9TenggoTahun: 2005
Hasil: 33,5 ton/ha
Umur tanaman: 90 - 100 hari
Keterangan: 
Memiliki keunggulan produktivitas tinggi, 
agak tahan terhadap nematoda dan penyakit busuk daun, 
cocok untuk bahan baku industri kecil dan menengah, 
beradaptasi baik di dataran tinggi
10 AmudraTahun: 2002
Bentuk Umbi: Bulat
Potensi hasil: 20 s/d 37 ton/ha
Umur: 90 s/d 100 hari
Keterangan: 
Cocok untuk kentang sayur.
Agak tahan busuk daun (Phytophthora infestans); 
Cukup baik untuk olahan seperti keripik kentang
selain untuk sayur; Berkualitas cukup baik; 
Produksi cukup tinggi; 
Kandungan vitamin C 18,361 mg/100 gram.
11ManoharaTahun: 2002
Bentuk Umbi: Bulat
Potensi hasil: 30 s/d 40 ton/ha
Umur: 90 s/d 100 hari
Keterangan: 
Agak tahan busuk daun (Phytophthora infestans); 
Cocok untuk prosesing; Cukup baik untuk olahan 
seperti keripik kentang selain untuk sayur; 
Berkualitas cukup baik; Produksi cukup tinggi; 
Kandungan vitamin C 18,361 mg/100 gram.
 
12Merbabu-17Tahun: 2001
Ketahanan penyakit: Tahan terhadap penyakit 
busuk daun dan hama lalat penggorok
Potensi hasil: 30-40 ton/ha
Keterangan: 
Khusus untuk sayur.
Status: Komersial
Mitra PT. Murakabi Buana
 

Info : 1. Data tahun 2010
         2.Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) Jl. Tangkuban Perahu 517, Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat
 
        3. Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian (BPATP) Jl. Salak No. 22 Bogor 16151 - Jawa Barat
         4. Budidaya Kentang

 

4. Varietas Kacang Tanah

NO
VARIETAS
Tahun Peluncuran
Keterangan
1Sandle2009Umur PANEN 90-105 hari. Potensi hasil 4,6 ton/ha pipilan kering. Toleran bercak dan karat daun. Cukup toleran kekeringan, daya adaptasi luas.
2 Bison2004Ketahanan penyakit: Agak tahan A. Flavus, penyakit karat daun dan penyakit bercak daun
Kisaran hasil: 2,0 ton/ha
Tinggi tanaman: 29,4-72,4 ton/ha
Umur bunga: 28-32 hari
Umur panen: 90-95 hari
Keterangan: 
Tahan naungan intensitas 25 %, sesuai untuk tumpangsari dan toleran kahat Fe dan lahan Alfisol Alkalis
Status: Non Komersial
Info : 1. Data tahun 2010
         2. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan) Jl. Merdeka No. 147 Bogor 16111 - Jawa Barat
         3. Balai Penelitian Tanaman Kacang-Kacangan dan Umbi-umbian (Balitkabi) Jl. Raya Kendal Payak Kotak Pos 66               Malang 65101 - Jawa Timur
         4. Budidaya kacang tanah ( silahkan klik disini )


Semoga bermanfaat
Salam tani
 
Dwi Hartoyo,SP

 

REFERENSI
1. http://www.balitsa.org/
2. http://www.deptan.go.id
3. http://www.puslittan.bogor.net

VARIETAS UNGGUL KOPI ( Coffea sp.)


Varietas unggul tanaman diperoleh melalui serangkaian penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan varietas dengan sifat-sifat yang diinginkan, seperti potensi hasil tinggi, umur genjah, tahan terhadap tekanan biotik dan abiotik tertentu, sesuai dengan selera konsumen, dan lain-lain.

NO
VARIETAS
TAHUN PELUNCURAN
KETERANGAN
1Andung Sari 2 K2010Umur 25 tahun. Tahan penyakit karat daun (Hemileia vastatrix), rentan terhadap serangan nematoda Radopholus similis maupun Pratylenchus coffeae. Potensi hasil, rata-rata 1.595 Kg Kopi Biji/Ha dengan potensi tertinggi 2.350 Kg Kopi Biji/Ha, untuk penanaman dengan populasi 2.000 pohon/ha dan sistem pangkas batang tunggal. Daerah adaftasi kondisi lingkungan dengan ketinggian tempat penanaman di atas 1.000 m dpl, tipe iklim C - B (menurut klasifikasi Schmidt dan Ferguson). Untuk penanaman di daerah yang endemik serangan nematoda parasit perlu menggunakan batang bawah tahan.
2BP 3082004Tahan terhadap nematoda parasit, khususnya Pratylenchus coffeae, dan Radopholus similis. Untuk batang bawah dalam rangka pengendalian nematoda parasit dan toleran terhadap cekaman kekeringan (Bukan sebagai bahan tanam kopi produksi, sehingga tidak diperlukan data citarasa).
3BP 4362003Sesuai untuk daerah iklim basah, habitus agak kecil, biji berukuran sedang, rendemen 19,9%, potensi produksi 1,7-2,1 ton kOpi biji/ha (populasi 1600 pohon/ha).
4BP 5342003Sesuai untuk daerah iklim kering maupun basah, habitus kecil, biki berukuran besar, rendemen 21,4%, mutu cita rasa baik, potensi produksi 1,7-2,2 ton kopibiji/ha (populasi 1600 pohon/ha).
Status: Non Komersial
5BP 9202003Sesuai untuk daerah iklim basah, memiliki habitus sedang, berbunga agak lambat, biji ukuran sedang, rendemen 19,9%, potensi produksi 1,4-1,7 ton kopi biji/ha (populasi 1600 pohon/ha)
Status: Non Komersial
6BP 9362003Sesuai untuk daerah iklim kering maupun basah, habitus sedang, berbunga agak awal, biji ukuran sedang, rendemen 20,3%, potensi produksi 1,6-2,2 ton kopi biji/ha (populasi 1600 pohon/ha)
Status: Non Komersial
7BP 9392003Sesuai untuk daerah iklim kering , habitus sedang, berbunga agak awal, biji ukuran sedang, rendemen 21,1%, potensi produksi 1,4-1,9 ton biji kopi pasar/ha (populasi 1600 pohon/ha)
Status: Non Komersial
8Andungsari I2001Ketahanan: Tahan terhadap karat daun untuk ketinggian >1000 m dpl, dan agak tahan terhadap karat daun untuk ketinggian <900 m dpl.
Kisaran hasil: 2,8 - 3,5 ton/ha
Umur: 10 - 15 tahun
Status: Non Komersial
9Andung Sari 1 (BP 426 A) Varietas Andung Sari 1 yang berasal dari varietas harapan dengan nomor seleksi BP 426 A, BP 426 A, merupakan salah satu hasil seleksi pohon induk dari populasi varietas Catimor yang diintroduksikan dari Kolombia.
Keragaman individu pada populasi tersebut sangat nyata, baik habitus, ketahanan terhadap penyakit karat daun, pembuahan dll.
Pada saat pembuahan pertama dan kedua (1987-1988) dilakukan seleksi individual ter-hadap sifat daya hasil dan ketahanan terhadap karat daun; terpilih 3 nomor seleksi, yaitu BP 425 A, BP 426 A dan BP 427 A. 
Menilik perbedaan sifat morfologi dan sifat agronomi lainnya yang berbeda dengan populasi Catimor keturunan HW 26 (Kartika 1 dan Kartika 2), diduga BP 426 A merupakan keturunan Catimor H-440 dengan induk persilangan Catura vermelho (CIFC 19/1) x Hibrido de Timor CIFC 1343/269. Catimor keturunan H-440 ini banyak ditanam sebagai varietas praktek di Kolombia. Pengujian aras bibit dilakukan terhadap sifat ketahan-an pada kondisi lengas tanah dan hara minimal, serta pengujian lapangan terhadap sifat daya hasil dan mutu biji yang dilakukan di beberapa kondisi lingkungan. Pengujian ketahanan ter-hadap penyakit karat daun dilakukan pada aras bibit maupun di lapangan baik dengan metode inokulasi cakram daun di laboratorium maupun metode scoring di lapangan. 
Berdasarkan penelitian ini BP 426 A dapat ditanam mulai ketinggian tempat 700 m ke atas, dengan be-berapa tipe iklim, yaitu tipe A, B, C, dan D ( menurut klasifikasi schmith & Ferguson). Meskipun demikian produk-tivitas paling baik adalah penanaman di lahan dengan = 1000 m dpl, klas lahan S1 dan S2 dengan tipe iklim B atau C. Pengujian cita rasa (cup test) dilakukan oleh panelis dari pusat penelitian Kopi dan Kakao dan dari luar negeri dengan cara mengirimkan contoh ke laboratorium Uji Mutu milik Nestle S.A, Switzerland.

      Data : 1. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (PPKK) Jl. PB Sudirman 90 Jember 68118 - Jawa Timur
                2. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) Jl. Tentara Pelajar 1, Kampus Penelitian                      Pertanian Cimanggu Bogor 16111 - Jawa Barat 
                3. Teknis Budidaya Kopi ( silahkan pelajari disini )

 

VARIETAS KAKAO

NO
VARIETAS
KETERANGAN
1DRC 15Tahun: 2009
Keterangan: 
Potensi hasil 1,4 Kg/Pohon atau 1.542 Kg/Pohon/Tahun. Tahan terhadap hama penyakit Vascular Streak Dieback (pembuluh kayu). Cocok ditanan di daerah dengan tipe iklim A atau B. Tipe tanah Alfisol, Ultisol, Inceptisol, dengan ketinggian tempat 0-600 m dpl, disarankan pada kelas kesesuaian lahan S1 dan S2.
Status: Komersial
2Sca 6Tahun: 2009
Keterangan: 
Potensi hasil 1,4 Kg/Pohon atau 1.539 Kg/Ha/Tahun. Tahan terhadap hama penyakit Vascular Streak Dieback (pembuluh kayu), Phytopthtora palmivora (busuk buah), Colletotrichum sp (antraknose). Cocok ditanan di daerah dengan tipe iklim A atau B. Tipe tanah Alfisol, Ultisol, Inceptisol, dengan ketinggian tempat 0-600 m dpl, disarankan pada kelas kesesuaian lahan S1 dan S2.
Status: Komersial

Data : 1. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (PPKK)- Jl. PB Sudirman 90 Jember 68118 - Jawa Timur
              Telp: 0331 - 757130, 757132, 757065 Fax: 0331 - 757131
          2. Tehnik Budidaya Kakao ( silahkan klik disini )

 

Semoga bermanfaat
salam tani


Dwi Hartoyo,SP 

VARIETAS UNGGUL KACANG HIJAU ( Vigna radiata L )


Varietas unggul tanaman diperoleh melalui serangkaian penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan varietas dengan sifat-sifat yang diinginkan, seperti potensi hasil tinggi, umur genjah, tahan terhadap tekanan biotik dan abiotik tertentu, sesuai dengan selera konsumen, dan lain-lain.

NO
VARIETAS
TAHUN PELUNCURAN
KETERANGAN
1Kutilang 2004Ketahanan penyakit: Tahan penyakit embun tepung
Kisaran hasil: 1,13 ton/ha
Tinggi tanaman: 53-60 cm
Umur bunga: 35-38 hari
Umur panen: 60-67 hari
Keterangan: 
Posisi polong terkulai melengkung ke dalam
Status: Non Komersial
2Sampeong2003Ketahanan penyakit: Agak tahan penyakit embun tepung dan bercak daun
Kisaran hasil: 1,0 ton/ha
Tinggi tanaman: 60-80 cm
Umur bunga: 34-36 hari
Umur panen: 70-75 hari
Keterangan: 
Polong tidak mudah pecah dan sesuai untuk dibuat kecambah. Peka hama thrips dan aphis, agak tahan embun tepung dan bercak daun. Daya hasil 1,80 ton/ha. Umur Panen 70-75 hari.
Status: Non Komersial
3Murai2001Hasil rata-rata: 1,5 ton/ha
Ketahanan penyakit: Tahan penyakit bercak daun Cercospora
Umur berbunga: 35 hari
Umur panen: 63 hari
Status: Non Komersial
4Perkutut2001Hasil rata-rata: 1,5 ton/ha
Ketahanan penyakit: Tahan penyakit embun tepung, agak tahan penyakit bercak daun.
Umur berbunga: 36 hari
Umur panen: 60 hari
Status: Non Komersial
5Kenari2000Tidak ada data
6Vima-12000Tidak ada data
7Sriti 1999Ketahanan penyakit: Toleran penyakit embun daun dan bercak tepung
Polong: Terletak di atas mahkota daun dan masak serempak
Tinggi tanaman: 40-60 cm
Keterangan: 
Beradptasi baik pada keadaan kering
Status: Non Komersial
8Betet1983Kisaran hasil: 1,5 ton/ha
Tinggi tanaman: 45 cm
Umur bunga: 35 hari
Umur panen: 58-60 hari
Keterangan: 
Masak serempak, polong tua tidak mudah pecah, mudah lunak saat direbus
Status: Non Komersial

Teknik Budidaya Kacang Hijau Silahkan Klik disini

GAMBAR VARIETAS KACANG HIJAU " KUTILANG "

Gambar Varietas Kutilang.

 

Semoga bermanfaat
salam tani

Dwi Hartoyo,SP

 

REFERENSI
http://www.litbang.deptan.go.id/varietas/one/259/
http://www.litbang.deptan.go.id/varietas/one/260/ 
http://www.litbang.deptan.go.id/varietas/one/261/
http://www.litbang.deptan.go.id/varietas/one/262/

ARTIKEL LAIN YANG BERHUBUNGAN DENGAN ILMU- ILMU PERTANIAN

« Budidaya padi « Budidaya kentang « Budidaya jagung « Budidaya kacang hijau « Budidaya kedelai 
« 
Budidaya kacang tanah 
« Budidaya bawang merah « Budidaya bawang putih « Budidaya Cabe « Budidaya tomat « Budidaya terong « Budidaya mentimun « Budidaya kacang panjang « Budidaya wortel « Budidaya kubis / kol « Budidaya sawi « Budidaya buah melon « Budidaya buah semangka « Budidaya Tembakau «Budidaya Jeruk - « Budidaya Tebu - « Budidaya Kopi - « Budidaya Kakao - « Budidaya Karet - « Varietas Tomat-Cabe-Kentang- Kacang Tanah - « Varietas Unggul Jagung - « Varietas Unggul Padi « Varietas Unggul Kopi  
«
 
Daftar situs situs budidaya pertanian & informasi pertanian - « Management OPT dan Tentang Pestisida Nabati serta jenis tanaman yang dapat di gunakan untuk Pestisida Nabati - « Budidaya Varietas Bawang Merah Philipina - «Kedelai Varietas Unggul Baru   

MetaTag

cara cara penanaman, industri pertanian, mesin pertanian, teknologi pertanian, ilmu pertanian, ekonomi program, ilmu ekonomi pertanian, ekonomi pertanian, dan tani, budidaya, artikel budidaya tanaman, budidaya tanaman perkebunan, tanam buah, ilmu pertanian, cara menanam organik, menanam dalam pot, budidaya pertanian